Apakah Berat Badan pada Usia 5 Tahun Dapat Memprediksi Obesitas di Usia Dewasa?
Obesitas pada anak-anak dan orang dewasa merupakan tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk memprediksi dengan presisi tinggi perkembangan indeks massa tubuh individu dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Untuk mencapai hal ini, para ilmuwan menggunakan pendekatan inovatif yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan data genetik, keluarga, dan lingkungan.
Studi ini didasarkan pada data hampir tiga ribu peserta yang diamati dari usia 8 tahun hingga 27 tahun. Para peneliti menemukan bahwa berat badan pada usia 5 tahun, yang diukur melalui indeks massa tubuh, merupakan faktor paling menentukan untuk mengantisipasi risiko obesitas di kemudian hari. Hasil ini sangat menonjol selama masa kanak-kanak, meskipun pengaruhnya sedikit menurun pada masa remaja dan dewasa. Sebaliknya, dampak predisposisi genetik, yang dievaluasi melalui skor yang dihitung dari DNA, menjadi lebih penting setelah usia 17 tahun.
Faktor-faktor lain juga memainkan peran yang signifikan. Berat badan dan tinggi badan orang tua, tingkat pendidikan mereka, serta pengukuran lemak tubuh yang diambil selama masa kanak-kanak awal juga memengaruhi perkembangan berat badan. Misalnya, kelebihan berat badan pada ibu sebelum atau selama kehamilan meningkatkan risiko bagi anak. Demikian pula, lingkungan keluarga yang kurang mendukung dapat membatasi akses terhadap makanan sehat dan aktivitas fisik yang teratur, yang mendorong penambahan berat badan.
Para ilmuwan menggunakan model kecerdasan buatan yang mampu menganalisis ratusan variabel dan mengekstrak yang paling relevan. Model ini memungkinkan untuk mengungkap hubungan kompleks antara faktor-faktor tersebut. Model ini khususnya menunjukkan bahwa gen yang terkait dengan obesitas pada orang dewasa semakin penting seiring bertambahnya usia, sementara kondisi kehidupan selama masa kanak-kanak awal tetap krusial untuk tahun-tahun pertama.
Temuan ini menyoroti pentingnya bertindak sejak dini untuk mencegah obesitas. Pemantauan berat badan sejak usia 5 tahun dapat membantu mengidentifikasi anak-anak yang paling berisiko dan menerapkan tindakan yang sesuai. Intervensi dapat menargetkan kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan dukungan kepada keluarga, dengan mempertimbangkan riwayat orang tua dan kondisi kehidupan.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam studi ini menawarkan cara baru untuk memahami bagaimana risiko obesitas terbentuk seiring waktu. Hal ini membuka jalan bagi strategi pencegahan yang lebih personal dan efektif, berdasarkan data yang dapat diakses sejak masa kanak-kanak awal.
Sources et crédits
Étude source
DOI : https://doi.org/10.1038/s41366-026-02050-1
Titre : Longitudinal prediction of BMI using explainable AI: integrating polygenic scores, maternal, early-life and familial factors
Revue : International Journal of Obesity
Éditeur : Springer Science and Business Media LLC
Auteurs : Fuling Chen; Phillip E. Melton; Kevin Vinsen; Trevor Mori; Lawrence Beilin; Rae-Chi Huang